
Beritahits.com – Menjalani ibadah puasa bukan berarti kamu harus berhenti produktif atau berkegiatan dengan sepeda motor.
Namun, kamu perlu ekstra waspada, karena menurut data waktu paling rawan kecelakaan justru terjadi saat menjelang berbuka puasa.
Di waktu-waktu tersebut banyak pengendara yang ngebut karena takut telat sampai rumah, padahal kondisi fisik sedang berada di titik terendah.
Ludhy Kusuma, Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora, mengingatkan kita semua untuk lebih peka dengan kondisi tubuh sendiri.
“Saat berpuasa, tubuh mengalami perubahan ritme energi yang dapat mempengaruhi fokus berkendara. Karena itu, penting bagi pengendara untuk lebih sabar, mengatur waktu perjalanan, dan tidak memaksakan diri ketika kondisi tubuh tidak prima,” ungkap Ludhy.
Ia pun berbagi tips praktis agar kita tetap aman di jalan meski diteror oleh rasa lapar, haus, bahkan konsentrasi yang menurun.
Atur Manajemen Waktu
Jangan berangkat mepet! Usahakan berangkat lebih awal dari biasanya.
Dengan begitu, kamu nggak perlu emosi atau memacu motor dengan kecepatan tinggi hanya karena mengejar waktu adzan Maghrib.
Jaga Emosi dan Tetap Tenang
Saat perut kosong dan energi menurun, emosi biasanya lebih mudah tersulut.
Kalau ada pengendara lain yang kurang tertib, jangan terpancing.
Tarik napas dalam-dalam, tetap sabar, dan fokus pada keselamatanmu sendiri.
Kenali Batas Kemampuan Fisik
Merasa pusing, lemas, atau mata terasa berat, jangan dipaksakan.
Segera menepi di tempat yang aman untuk istirahat sejenak.
Keselamatan jauh lebih berharga daripada sampai lebih cepat 5 menit.
Turunkan Kecepatan dan Jaga Jarak
Karena refleks tubuh mungkin sedikit melambat saat puasa, berikan ruang lebih untuk bereaksi.
Kurangi kecepatan dan jaga jarak aman dengan kendaraan di depan agar punya waktu cukup untuk mengerem jika terjadi sesuatu yang mendadak.
Perlengkapan Tetap Wajib
Lemas bukan alasan untuk malas pakai perlengkapan.
Helm, jaket, sarung tangan, dan sepatu wajib tetap terpasang rapi.
Ini adalah bentuk tanggung jawab kamu untuk meminimalkan risiko cedera.
Jadikan bulan Ramadhan ini sebagai momen untuk lebih disiplin di jalan raya.
Ingat, ada keluarga yang menanti kamu untuk berbuka bersama di rumah.



