Beritahits.com – Jakarta. Menjelang musim mudik Lebaran, satu hal yang hampir pasti terjadi adalah pengeluaran ikut meningkat. Biaya perjalanan, makan di rest area, hingga oleh-oleh untuk keluarga di kampung membuat anggaran cepat terkuras. Karena itu, menghemat konsumsi BBM jadi langkah cerdas agar biaya perjalanan tetap terkendali.
Menariknya, banyak motor modern saat ini sudah dibekali fitur yang dirancang untuk membantu efisiensi bahan bakar. Sayangnya, tidak semua pengendara benar-benar memanfaatkannya secara maksimal. Padahal, dengan sedikit pemahaman, fitur-fitur ini bisa sangat membantu selama perjalanan jauh.
Salah satu fitur yang cukup efektif adalah Idling Stop System (ISS). Fitur ini bekerja dengan mematikan mesin secara otomatis saat motor berhenti beberapa detik, misalnya ketika terjebak macet atau menunggu lampu merah. Ketika tuas gas diputar kembali, mesin akan menyala otomatis tanpa perlu menekan tombol starter. Dengan cara ini, pembakaran bahan bakar saat motor diam bisa dihentikan, sehingga konsumsi BBM lebih efisien, terutama di jalur mudik yang padat.
Selain ISS, perhatikan juga indikator ECO yang biasanya muncul di panel meter. Lampu ini bukan sekadar hiasan, melainkan penanda bahwa gaya berkendara sedang dalam kondisi paling efisien. Saat lampu ECO menyala, bukaan gas, putaran mesin (RPM), dan kecepatan berada dalam rentang hemat bahan bakar. Jika indikator mati, biasanya itu pertanda pengendara terlalu agresif membuka gas atau berkendara tidak stabil. Menjaga tarikan gas tetap halus dan kecepatan konstan menjadi kunci agar indikator ECO tetap aktif.
Bagi motor yang sudah dilengkapi pilihan riding mode, manfaatkan mode Eco atau Normal untuk perjalanan jauh. Mode Eco umumnya mengatur karakter mesin menjadi lebih halus dan respons gas lebih kalem. Meski terasa tidak seagresif mode Sport, konsumsi bahan bakar bisa lebih terkendali. Untuk perjalanan lintas kota atau lintas provinsi, karakter mesin yang stabil dan hemat tentu lebih menguntungkan dibanding tenaga yang berlimpah tetapi boros.
Lalu bagaimana jika motor belum memiliki fitur-fitur tersebut? Prinsipnya tetap sama: pengendara harus mengontrol gaya berkendara secara manual. Hindari menarik gas secara mendadak, jaga RPM tetap stabil di putaran menengah, dan matikan mesin jika berhenti cukup lama. Kebiasaan sederhana ini mampu mengurangi pemborosan bahan bakar secara signifikan.
Pada akhirnya, efisiensi BBM saat mudik bukan hanya soal kecanggihan teknologi, tetapi juga soal cara berkendara. Semakin halus dan konsisten pengendara mengontrol motor, semakin hemat pula konsumsi bahan bakar yang didapatkan. Dengan begitu, perjalanan mudik bisa tetap nyaman tanpa harus khawatir dompet terkuras di SPBU.



