Hati-hati! Dibuka Gratis untuk Mudik Lebaran, Ini Risiko Bahaya Lewat Tol Fungsional

Foto ilustrasi, pintu tol fungsional - Source: Jasamarga

Beritahits.com – Purwokerto. Bagi yang berencana mudik Lebaran lewat jalur darat, pasti sering mendengar istilah “Tol Fungsional”.

Kedengarannya memang seperti solusi jitu untuk menghindari macet, tapi tahukah kamu kalau melintasi jalur ini butuh kewaspadaan ekstra?

Berbeda dengan tol reguler yang sudah beroperasi penuh, tol fungsional adalah jalur darurat yang “dipaksakan” buka demi memecah kepadatan arus.

Jalur ini sebenarnya belum selesai 100%, jadi ada beberapa hal penting yang wajib kamu ketahui sebelum memutuskan untuk masuk ke sana.

Secara sederhana, tol fungsional adalah ruas jalan tol yang konstruksinya belum tuntas sepenuhnya, namun dinilai cukup aman untuk dilalui kendaraan secara terbatas.

Biasanya, jalur ini dibuka gratis tanpa tarif karena fasilitasnya memang belum lengkap.

Meskipun sangat membantu memangkas waktu perjalanan, ada beberapa risiko yang harus diantisipasi:

Jalan Belum Sempurna

Di tol fungsional, jangan harap kamu akan menemukan aspal semulus tol utama.

Sering kali permukaannya masih berupa beton kasar (lean concrete) yang berdebu saat panas dan sedikit licin saat hujan.

Kerataan jalan pun terkadang belum stabil, sehingga guncangan akan lebih terasa.

Minimnya Penerangan dan Rambu

Inilah alasan mengapa tol fungsional biasanya hanya dibuka pada jam tertentu, yakni pagi hingga sore hari.

Karena belum ada lampu penerangan jalan yang permanen, sangat berbahaya jika dilintasi saat malam hari.

Rambu-rambu yang ada pun biasanya masih bersifat sementara atau portable.

Fasilitas Rest Area Minim

Jangan membayangkan rest area mewah dengan pujasera lengkap.

Di jalur fungsional, fasilitas istirahat biasanya hanya berupa posko darurat dengan toilet portable dan stok bahan bakar yang sangat terbatas.

Sangat disarankan untuk mengisi tangki bensin hingga penuh sebelum memasuki jalur ini.

Batas Kecepatan yang Rendah

Karena faktor keamanan, kecepatan maksimal di tol fungsional biasanya dibatasi hanya 40 hingga 60 km per jam.

Melaju lebih kencang dari itu sangat berisiko karena pagar pengaman jalan (guardrail) mungkin belum terpasang di seluruh titik.

Daftar Tol Fungsional yang Dibuka pada Lebaran 2026

Untuk mduik Lebaran 2026, pemerintah telah menyiapkan sekitar 198 kilometer jalur fungsional gratis yang tersebar di Trans Jawa dan Trans Sumatera.

Jalur Trans Jawa:

Tol Japek II Selatan (54,75 km): Membantu memecah arus Jakarta-Cikampek.

Tol Jogja–Solo (11,48 km): Menghubungkan wilayah Colomadu menuju arah Klaten/Jogja.

Tol Probolinggo–Banyuwangi Tahap I (49,68 km): Jalur krusial bagi pemudik ke ujung timur Jawa.

Tol Jogja–Bawen (4,85 km): Memangkas waktu tempuh di area perbatasan Jateng-DIY.

Jalur Trans Sumatera:

Tol Palembang–Betung Seksi I & II (53,6 km): Mengurai kepadatan di jalur lintas timur Sumatera.

Tol Sigli–Banda Aceh Seksi I (23,9 km): Mempercepat konektivitas di ujung utara Sumatera.