Beritahits.com – Belakangan lagi ramai soal kabar impor ratusan ribu unit pikap asal India untuk keperluan operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Salah satu tipe mobilnya diketahui merupakan bikinan Mahindra yakni Scorpio Pick Up.
Pertanyaanya, apa Mahindra Scorpio memang setangguh itu jika dibandingkan pick up ‘lokal’ yang sudah eksis selama ini.
Karena masyarakat jelas tahu betul betapa tahan bantingnya Mitsubishi L300, Daihatsu GranMax atau bahkan Toyota Hilux Rangga yang unitnya sudah tersedia di Tanah Air.
Berdsarkan data spesifikasi resminya, mari kita kuliti si Mahindra Scorpio ‘pilihan pemerintah’ ini.
Mahindra Scorpio Pick Up datang dengan bekal mesin diesel 2.2L mHawk Turbo Intercooler.
Di atas kertas, tenaganya memang sanggup mencapai 140 PS dengan torsi 320 Nm.
Angka yang memang terlihat lumayan, apalagi dipadukan dengan transmisi manual 6-percepatan.
Kenapa cuma dibilang lumayan? Karena tenaga sebesar itu bahkan masih di bawah performa Hilux Rangga Diesel dengan powernya yang mencapai 149 PS dan torsi 343 Nm.
Selain itu di Indonesia, kehebatan mesin bukan cuma soal tenaga, tapi soal seberapa mudah perawatannya, ketersediaan bengkel dan spare part juga jadi penentu.
Belum lagi soal sekuat apa mesin itu bertahan dengan bahan bakar Solbus alias Solar Busuk, kata yang familiar buat menyebut Solar kualitas rendah yang biasa ditemui di daerah.
Baca Juga: Hati-hati! Dibuka Gratis untuk Mudik Lebaran, Ini Risiko Bahaya Lewat Tol Fungsional
Kemampuan Angkut dan Fitur
Mahindra mengklaim Scorpio mampu mengangkut beban antara 1,1 hingga 1,2 ton.
Jika dibandingkan dengan Daihatsu GranMax yang sudah menjadi legenda “pikap sejuta umat”, angka ini tidak terlalu impresif.
GranMax, meski secara dimensi mungkin lebih mungil, tapi sudah terbukti sanggup melibas rute sempit di pasar-pasar Indonesia dengan daya angkut yang sangat efisien dan biaya operasional yang jauh lebih murah.
Bagi pengusaha kecil, kemudahan mencari spare part GranMax di bengkel pinggir jalan mana pun adalah kemewahan yang belum tentu dimiliki oleh Mahindra.

Tapi Mahindra Scorpio juga bukannya tanpa kelebihan, karena sebagai mobil niaga ia punya fitur cruise control.
Fitur ini memang termasuk hedon, kalau tak ingin disebut fitur salah alamat, buat sebuah pick up yang nantinya bakal beroperasi di pedesaan.
Mari kita jujur, apakah fitur ini benar-benar berguna saat mobil sedang mengangkut muatan di jalanan bolong dan berbatu khas pedesaan Indonesia?
Selain itu, beda dengan Toyota yang fokus ke daya tahan kaki-kaki, Mahindra justru menyematkan fitur-fitur kenyamanan seperti audio 2DIN dan electric mirror.
Untuk kendaraan niaga murni, pengusaha biasanya lebih memilih mobil yang miskin fitur, daripada mobil berjubel fitur yang mungkin bisa ‘rewel’ di tengah kebun.
Kendati begitu, ada satu keunggulan Mahindra Scorpio yang sulit ditampik, itu adalah kemampuan 4 x 4 yang tak dimiliki “pick up murah” GranMax, L300 atau Hilux Rangga.
Scorpio punya mode 4Low dan ground clearance 210 mm yang secara kasat mata memang pas buat dipakai di jalanan desa yang seringkali acak adul.
Namun, buat menantang deretan pick up murah buat melibas medan berat tetap bukan perkara mudah, apalagi Hilux punya reputasi global soal ketahanan sasisnya.
Tunggu Bukti di Lapangan
Secara spesifikasi, Mahindra Scorpio memang terlihat mencoba menawarkan “pikap mewah” untuk kerja keras.
Namun, menghadapi penguasa jalanan Indonesia seperti GranMax yang ekonomis atau Hilux yang tangguh adalah tantangan besar.
Spesifikasi tinggi tidak akan berarti banyak jika jaringan servisnya tidak tersebar luas hingga ke pelosok Tanah Air.



