Beritahits.com – Brasil. Drama langsung tersaji sejak sesi awal Moto3 Brasil 2026. Hujan deras yang mengguyur Goiania membuat sesi latihan bebas pertama (FP1) berubah jadi ajang survival, bukan sekadar pemanasan. Balapan yang digelar di Sirkuit Ayrton Senna itu bahkan sempat tertunda selama satu jam akibat kondisi lintasan yang terlalu berbahaya. Trek basah, genangan air, dan grip yang tak menentu memaksa para pembalap berpikir ekstra keras.
Namun di tengah kekacauan tersebut, nama Veda Ega Pratama justru mencuri perhatian. Pembalap Honda Team Asia itu tampil berani dan cerdas. Tanpa banyak drama, Veda mampu menembus posisi kedelapan—hasil yang terasa spesial mengingat banyak rider lain justru kesulitan menjaga motor tetap stabil.
Ini bukan sekadar top 10 biasa. Di kondisi trek basah yang sangat tricky, kemampuan membaca racing line dan menjaga konsistensi jadi kunci—dan Veda menunjukkan keduanya. Di sisi lain, Brian Uriarte benar-benar tak terbendung. Rider asal Spanyol itu tampil menggila dengan catatan waktu tercepat 1 menit 32,812 detik, meninggalkan para rivalnya.

Ia dibuntuti oleh Maximo Quiles dan Joel Esteban yang melengkapi tiga besar. Cuaca sendiri diprediksi belum akan bersahabat. Dengan karakter iklim tropis yang mirip Indonesia, hujan berpotensi terus hadir hingga hari balapan. Artinya, hasil FP1 bisa jadi gambaran awal siapa yang benar-benar siap menghadapi kondisi ekstrem.
Bagi Veda, ini adalah sinyal kuat. Jika tren positif ini berlanjut, bukan tidak mungkin pembalap Indonesia tersebut bisa membuat kejutan lebih besar di sesi kualifikasi—bahkan saat race nanti. Moto3 Brasil baru saja dimulai, tapi satu hal sudah jelas: Veda Ega Pratama tidak datang hanya untuk meramaikan grid. Ia datang untuk bertarung.



