Beritahits.com – Keterampilan berkendara bukan hanya soal seberapa mahir kita memutar gas, tapi juga seberapa jeli kita memprediksi bahaya.
Salah satu ancaman yang paling sering diabaikan adalah blind spot atau titik buta.
Itu adalah area di mana keberadaan kita benar-benar “hilang” dari pandangan pengemudi lain, terutama kendaraan besar seperti bus dan truk.
Untuk meminimalisir risiko benturan, Tim Instruktur Safety Riding Astra Motor Yogyakarta membagikan 3 langkah cerdas agar kamu tetap terlihat dan aman di jalan raya:
Jaga Jarak Aman (Minimal 2 Meter)
Banyak pengendara motor seringkali terlalu mepet saat berada di belakang kendaraan besar.
Padahal, blind spot tetap ada baik saat kendaraan sedang melaju maupun berhenti.
Rekomendasi amannya adalah menjaga jarak setidaknya 2 meter.
Semakin jauh jarakmu, semakin luas ruang pandang pengemudi truk terhadapmu, sekaligus memberimu waktu lebih untuk bereaksi terhadap bahaya mendadak.
Pilih Posisi yang Terlihat oleh Spion
Tahukah kamu kalau posisi paling berbahaya adalah tepat di belakang atau di samping kanan kendaraan besar?
Agar aman, posisikan motor kamu di sisi kiri belakang.
Posisi ini adalah titik paling optimal agar wajah atau motor kamu terpantul jelas di kaca spion pengemudi bus atau truk tersebut.
Jika kamu bisa melihat wajah pengemudi di spion mereka, berarti mereka juga bisa melihatmu.
Tajamkan Analisa Situasi di Depan
Semakin kencang kamu berkendara, semakin sedikit waktu yang kamu punya untuk menganalisa bahaya.
Fokuslah pada pergerakan kendaraan di depan.
Ingat, alat komunikasimu terbatas hanya pada lampu dan klakson.
Gunakan keduanya dengan bijak untuk memberi tanda keberadaanmu, terutama saat ingin mendahului atau ketika berada di area yang mencurigakan.
“Semakin besar kendaraannya, maka semakin besar pula blind spot area di sekitarnya. Pengendara harus tetap mengutamakan prinsip Cari Aman agar selamat sampai tujuan,” ujar Muhammad Ali Iqbal, Community Development & Safety Riding Supervisor Astra Motor Yogyakarta.
Prinsipnya sederhanany, kalau kamu tiak bisa melihat spion kendaraan di depanmu, berarti pengemudinya juga tak bisa melihatmu.
Jadi, jangan nekat “ngumpet” di balik kendaraan besar.
Lebih baik sedikit menjaga jarak daripada harus bertaruh dengan nyawa di jalanan yang padat.



