Lampu Sein Mati Sebelah? Jangan Dibiarkan, Segera Cek 4 Komponen Ini!

Lampu sein motor - Source: AHM

Beritahits.com – Jangan dianggap sepele lampu sein yang mati sebelah apalagi dua-duanya.

Sebagai alat komunikasi di jalan raya, lampu sein jika mati sebelah bisa meningkatkan risiko tabrak belakang atau senggolan, karena pengendara lain tidak tahu arah pergerakanmu.

Sebelum buru-buru ke bengkel, yuk diagnosa sendiri penyebab lampu sein motor mati sebelah dengan mengecek bagian-bagian berikut:

Saklar Kotor atau Berdebu

Ini adalah penyebab paling sepele tapi sering terjadi.

Karena posisinya yang terbuka, saklar sering kemasukan debu atau air hujan yang memicu korosi.

Coba gerakkan saklar ke kanan dan kiri.

Jika terasa seret atau tidak ada respon meski sudah digeser, kemungkinan aliran listrik tersumbat kotoran.

Solusinya, bongkar sedikit dan semprotkan contact cleaner untuk merontokkan kotoran.

Baca Juga: China Temukan BBM Jenis Baru! Bahan Sangat Melimpah Tanpa Fosil

Flasher Sein Bermasalah

Flasher adalah otak di balik kedipan lampu sein.

Jika sein kamu menyala terus tanpa berkedip atau malah mati total sebelah, flasher bisa jadi biang keroknya.

Titik sentuh di dalam sirkuit flasher mungkin sudah lemah atau kotor.

Jika sudah rusak, sebaiknya langsung ganti dengan part orisinal agar ritme kedipannya kembali normal.

Bohlam Putus atau Kabel Terkelupas

Satu bohlam yang putus ternyata bisa mempengaruhi kinerja sein secara keseluruhan.

Karena sistemnya saling terhubung, satu titik yang bermasalah bisa membuat sisi tersebut mati total.

Pastikan filamen di dalam bohlam tidak putus dan soket kabel tersambung dengan kencang.

Kabel yang terjepit atau terkelupas juga bisa memicu korsleting yang bikin sein mati.

Tegangan Aki Drop

Sudah ganti bohlam dan flasher tapi tetap mati?

Coba cek jantung kelistrikan motor kamu, yaitu aki.

Lampu sein butuh tegangan yang stabil, minimal di atas 12 Volt.

Jika aki sudah mulai soak atau voltasenya rendah, fitur kelistrikan seperti sein biasanya akan jadi korban pertama yang tidak berfungsi maksimal.