Jangan Sembarangan! Simak Tips Bersihkan Busi Motor yang Benar

Busi motor kotor - Source: Carmudi

Beritahits.com – Merawat busi sebenarnya adalah salah satu ritual perawatan motor paling mudah yang bisa Anda lakukan sendiri di rumah.

Tanpa perlu ke bengkel, Anda hanya butuh waktu kurang dari 5 menit untuk memastikan komponen pengapian ini tetap prima.

Namun, masih banyak pemilik motor yang melakukan kesalahan fatal saat membersihkannya, yang bukannya memperpanjang umur busi, malah membuatnya cepat rusak.

Kapan Waktu yang Tepat Bersihkan Busi?

Tanda paling jelas busi butuh perhatian adalah saat bagian kepalanya sudah mulai menghitam akibat tumpukan arang sisa pembakaran.

Karbon yang menumpuk ini akan menghambat aliran listrik pada elektroda, sehingga motor jadi susah dihidupkan, tarikan terasa tersendat, atau bahkan sering mogok tiba-tiba.

Secara teknis, pembersihan busi disarankan dilakukan setiap kendaraan mencapai jarak tempuh 4.000 km.

Pada titik ini, biasanya sisa karbon sudah cukup tebal dan mulai mengganggu proses pengapian.

Panduan Bersihkan Busi yang Aman dan Benar

Agar tidak salah langkah, berikut adalah prosedur yang disarankan untuk merawat busi kendaraan.

Pastikan Mesin Dingin: Jangan sekali-kali membuka busi saat mesin masih panas karena berisiko merusak ulir pada lubang busi di cylinder head.

Siram, Jangan Rendam: Setelah busi dilepas, cukup siram bagian ujungnya dengan sedikit bensin. Sangat tidak disarankan merendam busi di dalam wadah bensin karena dapat mengikis lapisan elektroda dan merusak komponen internal busi.

Gunakan Sikat Kawat: Gosok sisa kerak karbon menggunakan sikat kawat secara perlahan hingga bersih, lalu siram kembali dengan bensin untuk membilas sisa kotoran.

Keringkan dengan Maksimal: Gunakan kompresor atau lap kering untuk memastikan busi benar-benar kering sebelum dites. Cek percikan apinya, jika masih biru dan fokus, busi layak dipasang kembali.

Hindari Kebiasaan Salah Ini

Masih banyak yang membersihkan busi dengan cara mengamplas bagian elektroda.

Hal ini justru harus dihindari karena amplas bisa mengikis material elektroda secara permanen.

Selain itu, jangan pernah mencoba memajukan atau memundurkan jarak kepala busi demi mengejar api yang lebih besar, karena tindakan ini justru akan memperpendek usia pakai busi.

Jika busi memang sudah tidak mengeluarkan api yang stabil, solusi terbaik adalah menggantinya dengan unit baru yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan.