Beritahits.com – Jakarta. Dunia motorsport, warisan sering kali menjadi beban sekaligus inspirasi. Namun bagi keluarga Sungkar, warisan tersebut justru dibangun menjadi sebuah sistem pembelajaran yang berkelanjutan.
Melalui program The Legend Continues, pembalap nasional Rifat Sungkar tidak hanya mempertahankan nama besar keluarga, tetapi juga mengubahnya menjadi sebuah ekosistem pembinaan pembalap muda Indonesia yang lebih terstruktur dan modern.
Fokus utama program ini bukan sekadar mencetak “penerus”, melainkan membentuk individu yang mampu memahami dunia balap secara menyeluruh—baik dari sisi teknis, mental, maupun karakter. Selama bertahun-tahun, nama keluarga Sungkar identik dengan dunia reli Indonesia. Dimulai dari generasi awal yang membangun fondasi, hingga Rifat Sungkar yang membawa nama Indonesia ke berbagai ajang internasional.
Namun dalam pendekatan terbaru ini, warisan tersebut tidak lagi dipandang sebagai garis penerus yang kaku. Sebaliknya, ia diperlakukan sebagai proses pembelajaran yang fleksibel dan adaptif terhadap perkembangan zaman. El Mayka Sungkar, sebagai generasi ketiga, menjadi bagian dari proses ini—bukan sebagai “pengganti”, tetapi sebagai individu yang sedang dibentuk dari nol dalam lingkungan yang terarah.
Salah satu hal yang membedakan program ini dari pendekatan tradisional adalah pemanfaatan teknologi. Dengan dukungan Telkomsel 5G, proses pelatihan kini dapat dilakukan dengan lebih terintegrasi, mulai dari komunikasi real-time, analisis data latihan, hingga evaluasi performa yang lebih cepat dan akurat.
Transformasi ini menunjukkan bahwa motorsport modern tidak lagi hanya bergantung pada pengalaman di lintasan, tetapi juga pada kemampuan membaca data dan teknologi secara presisi. Program The Legend Continues dirancang sebagai perjalanan bertahap yang tidak terburu-buru, melainkan mengikuti perkembangan usia dan kesiapan mental El Mayka.

Setiap fase memiliki tujuan yang jelas: membentuk pembalap yang utuh, bukan hanya cepat di lintasan. Dimulai dari pengenalan peran navigator, hingga akhirnya menuju tahap pembalap independen yang siap bersaing di level nasional dan internasional.
Pendekatan ini menekankan bahwa keberhasilan dalam motorsport tidak lahir dalam semalam, tetapi melalui proses panjang yang konsisten. Menariknya, program ini tidak menempatkan kemenangan sebagai target utama di tahap awal. Sebaliknya, pengalaman, disiplin, dan kemampuan beradaptasi menjadi indikator keberhasilan yang lebih penting.
Pendekatan ini mencerminkan filosofi bahwa pembalap hebat tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir, tetapi oleh cara mereka membangun diri di sepanjang perjalanan.
Salah satu tantangan terbesar dalam keluarga dengan sejarah kuat di dunia olahraga adalah ekspektasi publik. Namun dalam program ini, Rifat Sungkar menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah membiarkan El Mayka menemukan jalannya sendiri.
Ia tidak diarahkan untuk menjadi “versi lain” dari generasi sebelumnya, melainkan untuk menjadi pembalap dengan identitasnya sendiri.
The Legend Continues bukan hanya tentang keluarga Sungkar, tetapi juga mencerminkan arah baru pembinaan motorsport di Indonesia lebih terstruktur, berbasis teknologi, dan berorientasi jangka panjang. Jika pendekatan ini konsisten dijalankan, program seperti ini berpotensi menjadi model pembinaan atlet otomotif masa depan di Indonesia. |AK



