Awas Kantong Jebol! Masuk Musim Kemarau Komponen AC Mobil Satu Ini Haram Diabaikan

Filter AC mobil - Source: SIS

Beritahits.com – Menghadapi musim kemarau beban kerja sistem pendingin kabin atau air conditioner (AC) dipastikan akan meningkat tajam.

Cuaca yang lebih kering dan paparan debu yang intens jelas akan menuntut AC untuk berkerja lebih keras.

Karena itu, maka Anda wajib kasih perhatian ekstra pada satu komponen yang sering kali luput dari pandangan, yaitu filter AC.

Peran komponen ini sangat vital karena berfungsi sebagai penyaring mekanis utama untuk menjaga kemurnian udara sebelum masuk ke sistem pendinginan melalui evaporator.

Hariadi selaku Asst. to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya menjaga kebersihan komponen ini.

“Kinerja sistem pendingin optimal selalu berawal dari sirkulasi udara bersih. Filter AC memegang peranan penting untuk menyaring partikel debu dari luar sebelum udara masuk ke kisi-kisi evaporator AC,” ungkap Hariadi.

“Oleh karena itu, pengecekan lebih dini pada komponen ini sangat esensial. Langkah ini tidak hanya menjaga performa pendinginan secara teknis, tetapi juga memastikan sirkulasi udara tetap sehat bagi penumpang,” tambahnya.

Secara teknis, filter AC memiliki spesifikasi material yang beragam sesuai kemampuannya menangkap partikel.

Material kertas atau serat non-woven efektif menyaring debu besar dan kotoran jalanan, sementara material Carbon Active (arang aktif) mampu menyerap bau tidak sedap serta gas polutan.

Ada pula material elektrostatik yang menggunakan muatan listrik statis untuk menarik partikel yang lebih halus.

Pabrikan seperti Suzuki umumnya mengandalkan material kertas karena bobotnya yang ringan dan durabilitas yang baik.

Namun Anda juga harus ingat bahwa filter jenis ini dilarang keras untuk dicuci dengan air karena akan merusak serat penyaringnya.

Sementara itu, mengabaikan kondisi filter yang kotor dapat memicu kerusakan berantai, mulai dari korosi pada evaporator hingga beban kompresor yang meningkat sehingga boros bahan bakar.

Bahkan juga berisiko buat kesehatan penumpang, karena ilter AC yang kotor menjadi sarang pertumbuhan bakteri dan jamur dapat memicu reaksi alergi, bersin, hingga gangguan pernapasan bagi penumpang.

Pengecekan disarankan dilakukan setiap interval 5.000 hingga 10.000 km, terutama jika mobil sering beroperasi di area berdebu.

Hariadi juga mengingatkan bahwa perawatan ini adalah langkah preventif agar pemilik mobil tidak perlu merogoh kocek lebih dalam untuk perbaikan besar di kemudian hari.

“Perawatan AC merupakan langkah preventif, bukan sekadar menunggu gangguan muncul. Melalui penggantian filter AC secara tepat waktu, pelanggan dapat memastikan kenyamanan sirkulasi udara optimal sekaligus menghindari potensi perbaikan lebih besar di kemudian hari,” tutup Hariadi.(gg)

Baca Juga: Dugaan Teknis Kenapa Taksi Tak Didorong dari Rel Sebelum Tragedi KA Argo Bromo Anggrek, Penyakit Mobil Listrik?