Lonjakan Harga Emas Jadi Sinyal Ketidakpastian Ekonomi Global

                       Beritahits.com – Jakarta. Pasar logam mulia domestik mengalami lonjakan tajam pada perdagangan Kamis, 29 Januari 2026. Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melesat hingga mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.

                      Dalam satu hari, harga emas naik sebesar Rp165.000 per gram dan kini berada di level Rp3.168.000 per gram. Kenaikan drastis ini dinilai sebagai indikasi awal bahwa perekonomian global tengah menghadapi tekanan besar dan dipenuhi ketidakpastian.

                     Ketegangan geopolitik internasional serta melemahnya kepercayaan terhadap mata uang negara-negara utama mendorong investor mengalihkan dana ke aset yang lebih aman. Emas pun kembali menjadi primadona karena dianggap mampu menjaga nilai kekayaan di tengah gejolak.

                    Meski demikian, lonjakan harga emas juga menyimpan potensi dampak terhadap perekonomian nasional. Jika masyarakat terlalu fokus menyimpan dana dalam bentuk logam mulia, peredaran uang di sektor riil berisiko melambat. Kondisi ini dapat menekan aktivitas usaha dan berujung pada meningkatnya pengangguran serta kemiskinan.

                    Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah didorong agar mempercepat penanganan persoalan struktural, seperti pengendalian inflasi, pengurangan ketergantungan impor, serta penguatan ketahanan pangan dan energi. Meningkatnya harga emas juga berkaitan dengan menurunnya minat terhadap instrumen keuangan konvensional. Suku bunga global yang berfluktuasi dan cenderung rendah membuat investor mencari alternatif investasi yang lebih stabil.

                   Sebagai aset lindung nilai (safe haven), emas kembali diminati karena dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari ketidakpastian ekonomi pascapandemi Covid-19, konflik geopolitik dunia, tekanan inflasi yang melemahkan daya beli, hingga kekhawatiran terhadap dominasi dolar Amerika Serikat dalam sistem keuangan global. |BH1