Beritahits.com – Jakarta. Karier pembalap jarang berjalan lurus. Itulah yang dirasakan Sergio Pérez dan Valtteri Bottas sebelum menerima tawaran dari Cadillac.
Bagi Pérez, musim terakhirnya bersama Red Bull menjadi periode refleksi. Ia memilih menjauh sejenak dari lintasan demi menemukan kembali gairah balap. Keputusan itu justru membuka jalan menuju proyek baru yang menurutnya penuh makna: membantu membangun tim dari nol.
Bottas memiliki cerita berbeda. Ia tetap berada di paddock sebagai pembalap cadangan Mercedes, mengamati dinamika persaingan dari balik layar. Pengalaman tersebut memperkuat keyakinannya bahwa ia masih memiliki bahan bakar untuk bersaing di level tertinggi.
Baca Juga : https://beritahits.com/2026/02/07/cadillac-datang-ke-f1-ambisi-amerika-di-era-baru-balap-dunia/
Dengan ratusan start Grand Prix, puluhan podium, dan kemenangan yang telah dikoleksi, keduanya kini membawa modal kepemimpinan ke dalam struktur Cadillac. Mereka tak hanya mengemudikan mobil—tetapi juga membentuk budaya kerja tim baru.
Bagi Pérez, proyek ini juga bernilai simbolis. Mengendarai mobil tim Amerika menjadi kesempatan merepresentasikan kawasan benua Amerika di kejuaraan dunia, sesuatu yang ia anggap sebagai kehormatan tersendiri.



