Beritahits.com – Jakarta. Untuk pertama kalinya, perusahaan media sosial besar menghadapi sidang juri atas tuduhan bahwa platform mereka merugikan kesehatan mental remaja. Gugatan ini diajukan oleh seorang perempuan berusia 19 tahun berinisial KGM bersama ibunya terhadap TikTok, Meta, Snap, dan YouTube.
Mereka menuding fitur adiktif—seperti notifikasi intensif dan sistem rekomendasi—memicu kecanduan, memperburuk kondisi psikologis, hingga mendorong pikiran menyakiti diri sendiri. Menjelang persidangan di Los Angeles, TikTok dan Snap memilih berdamai secara tertutup, sementara perkara terhadap Meta dan YouTube berlanjut.
Kasus ini berpotensi memengaruhi lebih dari seribu gugatan serupa di Amerika Serikat. Jika juri memutus perusahaan bersalah, dampaknya bisa besar: ganti rugi bernilai miliaran dolar hingga perubahan desain platform.
Perusahaan-perusahaan teknologi membantah tuduhan tersebut dan menyoroti berbagai fitur keamanan baru bagi remaja. Namun para orang tua dan aktivis menilai langkah itu belum cukup. Kini, persidangan ini menjadi ujian penting: apakah raksasa media sosial akan diminta bertanggung jawab atas dampak produknya terhadap generasi muda.



