Finish P17, Toprak Razgatlioglu Ngaku Syok Usai Debut MotoGP di Thailand, Ini Curhatannya

Toprak Razgatlioglu - Source: MotoGP.com

Beritahits.com – Toprak Razgatlioglu akhirnya menjalani debutnya di MotoGP Thailand pekan lalu.

Banyak yang berekspektasi tinggi karena sebelumnya dia adalah sang Juara Dunia Super Bike, tapi ternyata realitanya di lintasan MotoGP jauh lebih kejam.

Toprak pun akhirnya buka suara soal betapa “syok” dirinya saat pertama kali memacu Yamaha YZR-M1 baru yang bermesin V4.

Benar saja, ternyata talenta besar saja tak cukup untuk menaklukkan motor prototipe.

Banyak penggemar berharap Toprak Razgatlioglu langsung menjadi penantang podium di debut MotoGP-nya.

Mengingat sejarahnya yang sukses besar saat pindah dari Yamaha ke BMW di WorldSBK, ekspektasi itu terasa wajar.

Namun, hasil di seri Thailand kemarin berkata lain, Toprak hanya mampu finis di posisi ke-17, tertinggal 39 detik dari sang pemenang.

Pembalap yang dijuluki “Stoprak” karena aksi stoppie ikoniknya itu ini mengakui bahwa MotoGP adalah dunia yang sama sekali berbeda.

Toprak menceritakan bahwa transisinya ke MotoGP tidak bisa disamakan dengan perpindahannya antar-merek di Superbike.

Saat ia pindah ke BMW, ia merasa adaptasinya sangat cepat karena basis motor yang digunakan sama-sama motor produksi massal, sehingga feel-nya masih mirip.

“Sat aku pindah ke BMW di World Superbike, semuanya terasa mirip. Merek dan motornya memang berbeda, tapi feel mengendarainya terasa mirip,” kata Toprak, mengutip dari Speedweek.

“Tapi saat di MotoGP, semuanya terasa sangat berbeda,” papar Toprak.

“Aku seperti menunggangi motor yang sangat berbeda dan masih perlu beradaptasi,” imbuh dia.

Ia bahkan menyamakan rasa asing ini seperti saat ia pertama kali naik kelas dari Superstock Eropa ke World Superbike bertahun-tahun lalu, dimana ia merasa harus belajar dari nol lagi.

Menjinakkan Mesin V4 Yamaha yang Belum Matang

Kesulitan Toprak makin bertambah karena ia tidak mengendarai motor yang sudah “jadi”.

Yamaha YZR-M1 yang ia tunggangi sedang dalam masa transisi besar dengan mesin V4 barunya, setelah meninggalkan mesin jenis inline.

Para insinyur Yamaha sendiri masih sibuk mencari keseimbangan dan kecepatan, menjadikan setiap seri balap tahun ini sebagai ajang eksperimen untuk tahun depan.

Karakter mesin V4 yang sangat berbeda dengan mesin inline-4 yang biasa ia gunakan di Superbike menuntut gaya balap yang benar-benar baru.

Meski dikenal punya pengereman yang sangat kuat, Toprak mengakui bahwa di MotoGP, teknik itu saja tidak cukup untuk menutupi celah adaptasi perangkat elektronik dan ban yang sangat spesifik

Debut ini menjadi tamparan realita bahwa menjadi raja di satu kejuaraan tidak menjamin kemudahan di kasta tertinggi balap motor dunia.