Bukan Dilarang, Ini Kunci Lindungi Anak dari Bahaya Media Sosial

Beritahits.com – Jakarta. Alih-alih melarang anak menggunakan media sosial, para ahli menyarankan solusi yang lebih efektif: mengajarkan berpikir kritis sejak dini. Keterampilan ini membantu anak mempertanyakan, menganalisis, dan mengevaluasi informasi sebelum mempercayainya—sehingga mereka lebih kebal terhadap hoaks, penipuan, dan risiko online lainnya.

Seorang profesor mengamati penurunan kemampuan mahasiswa dalam berargumen dalam satu dekade terakhir, kemungkinan karena terlalu sering terdistraksi layar. Kurangnya fokus ini berdampak pada lemahnya kemampuan berpikir kritis, yang membuat mereka lebih mudah tertipu informasi di internet.

Menurut Dr. Maree Davies, berpikir kritis membuat anak secara otomatis mempertanyakan informasi yang mereka lihat, seperti: “Apakah ini benar?” atau “Perlu cek sumber lain.” Ini jauh lebih efektif daripada sekadar melarang media sosial, karena larangan tidak membuat anak langsung paham cara kerja algoritma atau risiko digital.

Orang tua disarankan untuk:

  • Mendorong rasa ingin tahu dan diskusi terbuka
  • Mengajak anak mencari informasi bersama
  • Memberi contoh bagaimana mengubah pendapat berdasarkan bukti
  • Mengajarkan cara bertanya yang lebih dalam, bukan sekadar menerima informasi

Selain melindungi dari bahaya online, keterampilan ini juga membantu mengurangi kecemasan (karena anak merasa lebih punya kontrol) dan meningkatkan peluang karier, karena mereka jadi lebih adaptif dan mampu memecahkan masalah.

Masa remaja awal adalah waktu penting bagi perkembangan otak. Jika keterampilan seperti berpikir kritis sering dilatih, koneksi otak akan semakin kuat—namun jika tidak digunakan, kemampuan tersebut bisa melemah. |BH1