Beritahits.com – Jakarta. Tahun 2026 menandai lonjakan besar penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di berbagai sektor. Teknologi ini kini menjadi bagian penting dalam layanan kesehatan, pendidikan, perkantoran, hingga transportasi otonom.
Di media sosial, berbagai video tentang kemampuan AI kembali viral—mulai dari sistem medis yang mendeteksi penyakit sejak dini, tutor digital yang meningkatkan performa belajar siswa, hingga kendaraan tanpa sopir yang berhasil menghindari kecelakaan kompleks.
Pakar teknologi menilai perkembangan ini dipicu oleh kematangan AI multimodal, yakni sistem yang mampu memproses teks, suara, gambar, dan video secara bersamaan. Teknologi tersebut mulai diterapkan di rumah pintar, fasilitas publik, dan industri kebugaran digital.
Di rumah sakit, algoritma AI digunakan untuk membaca hasil pemindaian medis serta mengendalikan robot bedah. Sementara itu, sektor pendidikan memanfaatkan tutor virtual adaptif untuk membantu siswa belajar secara personal.
Perusahaan juga mulai mengandalkan agen AI sebagai “karyawan digital” untuk menyusun laporan, analisis pasar, dan layanan pelanggan.
Namun, pesatnya adopsi AI turut memicu kekhawatiran publik terkait privasi data, bias algoritma, dan maraknya deepfake. Pemerintah di sejumlah negara kini mempercepat penyusunan regulasi demi memastikan pemanfaatan teknologi berlangsung aman dan etis.
Para analis memprediksi AI akan terus menjadi penggerak utama transformasi digital global hingga akhir dekade ini. |BH1

