Setelah Mudik Jangan Lupa Cek Ban, Bagian Ini Harus Jadi Perhatian Utama!

Foto Ilustrasi, mudik pakai sepeda motor - Source: Wahana Honda

Beritahits.com – Libur Lebaran 2026 resmi usai, saatnya memberikan apresiasi pada ban motor kamu.

Selama perjalanan mudik kemarin, ban motor telah bekerja keras menopang beban berat, mencengkeram aspal panas, hingga melibas ribuan kilometer tanpa henti.

Jangan sampai kondisi ban yang mulai menurun mengganggu mobilitas kerja di hari pertama masuk.

Fachrul Reza, Instructor Training Astra Motor Jateng, mengingatkan bahwa ban sering memberikan “kode” kecil saat kondisinya sudah tidak prima.

Jika diabaikan, keselamatan saat berkendara harian bisa terancam.

“Setelah melakukan perjalanan jauh, pengecekan kondisi motor, terutama ban, sangat penting untuk menjaga performa dan keselamatan berkendara. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan mudah di AHASS terdekat agar semua komponen tetap optimal,” ungkap Reza.

Reza pun menjelaskan sejumlah bagian ban yang wajib diperiksa setelah menempuh perjalanan jauh:

Tekanan Angin

Pastikan tekanan angin tidak kurang maupun berlebih.

Ban yang kempis membuat struktur karet mudah retak dan rusak karena dipaksa menahan beban

Sebaliknya, ban yang terlalu keras akan terasa kaku dan kehilangan daya cengkeram (grip), sehingga motor rawan tergelincir.

Idealnya, cek tekanan angin seminggu sekali dan sesuaikan dengan standar pabrikan.

Bersihkan Benda Asing yang Menyelip

Coba perhatikan sela-sela motif atau kembangan ban.

Seringkali ada kerikil tajam atau bahkan serpihan paku yang terselip.

Jika dibiarkan, tekanan saat motor berjalan akan mendorong benda asing tersebut masuk lebih dalam dan merusak lapisan ban hingga bocor.

Luangkan waktu sejenak saat mencuci motor untuk mencongkel benda-benda ini agar performa ban tetap aman.

Pantau Indikator TWI

Lihat tanda segitiga kecil di dinding ban, lalu tarik garis ke tengah permukaan ban.

Itulah Tread Wear Indicator (TWI).

Jika permukaan ban sudah sejajar dengan tonjolan TWI tersebut, artinya ban kamu sudah aus dan wajib segera diganti.

Ban yang botak sangat berbahaya, terutama saat melintasi jalanan basah karena risiko aquaplaning.

Hindari Overload yang Merusak Struktur

Perjalanan mudik seringkali membuat kita membawa beban berlebih.

Jika ban dipaksa menanggung beban di luar kapasitasnya, struktur dalam ban bisa rusak secara permanen, seperti munculnya benjolan.

Jika ban sudah benjol, tidak ada jalan lain selain menggantinya dengan yang baru demi keamanan.