Tembus Gerbong Wanita! Kecepatan KA Argo Bromo Anggrek Hantam KRL di Bekasi Sekencang Ini

KA Argo Bromo Anggrek tabrak KRL - Source: Ist./ @txttransportasi

Beritahits.com – Jakarta. Tabrakan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur (27/4) menyisakan fakta teknis mengerikan.

Korlantas Polri mengungkapkan bahwa kereta api eksekutif relasi Gambir–Surabaya tersebut tengah melaju dalam kecepatan tinggi saat menghantam rangkaian KRL yang sedang berhenti.

Kepala Seksi Kumpul, Olah, dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe, menyebutkan bahwa Argo Bromo melaju di angka sekitar 110 kilometer per jam.

Kecepatan ini menjadi faktor krusial yang membuat dampak benturan begitu fatal hingga badan KRL masuk ke dalam gerbong lainnya, termasuk area gerbong wanita yang biasanya berada di ujung rangkaian.

“Kereta Argo Bromo melintas dengan kecepatan sekitar 110 kilometer per jam saat kejadian. Informasi yang tidak menyeluruh membuat kereta tidak melakukan perlambatan signifikan,” ujar Kompol Sandhi Wiedyanoe, Selasa (28/4/26), dikutip dari RRI.co.id.

Insiden yang bermula dari mogoknya taksi listrik Green SM di perlintasan sebidang ini memicu rantai kegagalan komunikasi.

Lemahnya koordinasi informasi membuat masinis Argo Bromo tidak mendapatkan peringatan dini untuk menurunkan kecepatan saat KRL di depannya sedang melakukan proses evakuasi awal.

Hingga saat ini, Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Korlantas Polri terus melakukan rekonstruksi digital untuk mendalami titik kegagalan sistem pengamanan.

“Analisis ini penting untuk mengetahui titik kegagalan dalam sistem pengamanan. Kami berharap hasilnya dapat menjadi dasar evaluasi ke depan,” tambah Sandhi.

Tragedi yang berdasarkan data hingga Rabu Siang, (29/4), ini menewaskan 16 orang ini telah memicu reaksi keras dari pemerintah.

Selain mengevaluasi manajemen taksi listrik Green SM yang unitnya mogok di rel, Presiden Prabowo Subianto juga disebut telah menyetujui percepatan pembangunan flyover di titik-titik rawan Bekasi.

Hal ini dilakukan guna memisahkan alur kendaraan darat dengan lintasan kereta api yang kian padat.

Saat ini, sopir taksi yang terlibat telah diamankan di Polres Metro Bekasi Kota untuk pemeriksaan lebih lanjut, sementara para korban luka masih menjalani perawatan intensif di belasan rumah sakit sekitar Bekasi.

“Menteri Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Darat akan mengevaluasi pihak perusahaan taksi Green SM,” tegas Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, mengutip dari unggahan Instagram @sekretariat.presiden pada (28/4/26).

Kembali soal kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line, kecepatan menyentuh angka 110 km/jam itu termasuk fatal untuk ukuran kecelakaan di area stasiun.

Sehingga wajar saja kalau kerusakannya sampai membuat gerbong saling menembus atau telescoping.(gg)

Baca Juga: Buntut Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL, Taksi Green SM Dipanggil Kemenhub