Buntut Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL, Taksi Green SM Dipanggil Kemenhub

Taksi Green SM tertabrak KRL - Source: X / TMC Polda Metro Jaya

                  Beritahits.com – Jakarta. Tragedi memilukan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam kini memasuki babak baru. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi akan memanggil dan mengevaluasi manajemen taksi listrik Green SM Indonesia.

Hal ini menyusul dugaan kuat bahwa insiden bermula dari mogoknya satu unit armada taksi listrik VinFast VF e34 milik perusahaan tersebut di tengah perlintasan. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi bahwa Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, telah diperintahkan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perusahaan taksi hijau tersebut.

“Menteri Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Darat akan mengevaluasi pihak perusahaan taksi Green SM,” tegas Teddy mengutip dari unggahan Instagram @sekretariat.presiden pada (28/4/26).

Kecelakaan yang terjadi pada pukul 20.52 WIB di KM 28+920 ini memakan korban jiwa sebanyak 14 orang dan melukai 84 orang lainnya.

Benturan keras antara KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya dengan KRL jurusan Cikarang menyebabkan kerusakan parah hingga badan kereta masuk ke rangkaian lainnya.

Saat ini, para korban luka masih tersebar di 12 rumah sakit di wilayah Bekasi, yang juga sempat dijenguk langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pagi tadi.

Selain mengevaluasi operator taksi, Presiden Prabowo juga dikabarkan telah menyetujui langkah strategis jangka panjang berupa pembangunan flyover di titik-titik rawan Bekasi guna mengurangi risiko serupa di masa depan.

Pemerintah berkomitmen melakukan penataan total pada sistem pengamanan perlintasan kereta api nasional. Di sisi lain, pihak manajemen Green SM Indonesia melalui akun resminya menyatakan dukungannya terhadap proses investigasi yang sedang berlangsung.

“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi dan memberikan informasi transparan seiring tersedianya data terverifikasi,” tulis manajemen Green SM via Instagram @id.greensm.

Tragedi ini jadi peringatan keras bagi operasional mobil listrik sebagai armada publik. Masalah “mogok” di rel kemungkinan akan jadi topik utama terkait pemangiilan pihak Green SM oleh Kemenhub. (gg)

Baca Juga: Tidur Tanpa Baju Lebih Nyenyak? Ini Penjelasan Ahli yang Bikin Kaget